UNORTHODOX

Unorthodox: Serial tentang Komunitas Hasidut Yahudi

Apa itu komunitas Hasidut Yahudi?

By

Serial Unorthodox di Netflix tidak hanya menceritakan tentang komunitas Hasidut Yahudi di Brooklyn New York secara cukup jelas dan detial, tapi juga sekaligus mengisahkan seorang wanita di komunitas tersebut, yang sedang mencari jati diri, kebenaran, kebebasan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Serial ini diangkat dari kisah nyata berdasarkan autobiografi Deborah Feldman yang berjudul Unorthodox: The Scandalous Rejection of My Hasidic Roots.

Esty atau Esther Shapiro sebagai tokoh utama, berusia 19 tahun yang kabur dari komunitasnya. Di usianya yang masih 17 tahun, Esty dijodohkan dengan seorang pemuda bernama Yanky Shapiro yang taat beragama, polos, begitu patuh pada ibunya, sampai-sampai tak bisa lepas dari kuasa sang ibu yang terus mengatur hidup Yanky.

Ada harapan pada diri Esty, mungkin dengan menikahi Yanky dia akan mempunyai kehidupan baru. Nyatanya tidak. Kehidupan suami istri yang seharusnya mereka atur atau kontrol sendiri, harus ada campur tangan ibu Yanky dan komunitas. Bahkan, sampai urusan ranjang. Karena, dalam komunitas ini perempuan dilihat sebagai seorang wanita yang hanya di rumah, dapur, mengurus anak, dan mesin reproduksi. Tidak bisa berpendidikan tinggi, sedangkan laki laki bisa bekerja.

Yanky sempat didesak oleh keluarganya untuk menceraikan Esty, karena sudah setahun menikah Esty belum juga hamil. Hidup di lingkungan yang sangat konservatif dan juga mengekang, tak boleh menggunakan handphone atau komputer dan Youtube. Itulah mengapa ketika Esty kabur ke Berlin, ia meminta bantuan temannya untuk mengoperasikan komputer.
Esty juga harus berhenti kursus piano setelah menikah dengan Yanky, karena bermain piano/musik termasuk dosa.

Pada hari sabat, seharusnya Esty berkumpul di rumah mertuanya. Namun, di hari inilah Esty kabur ke Berlin untuk menemui ibu kandungnya, yang proses kepergiannya dibantu oleh guru piano Esty.

Setelah Yanky dan keluarganya mengetahui bahwa Esty hamil, maka rabi dan keluarga Yanky menyuruh Yanky dan sepupunya yang bergajulan untuk menjemput Esty di Berlin. Saya sempat berpikir, seandainya Esty tidak hamil maka dia enggak bakal dijemput tuh sama suaminya.

Esty akhirnya bisa melihat bagaimana kehidupan di luar komunitasnya. Orang-orang saling berkumpul, berbaur, bermain musik, sekolah, bersinggungan dengan teknologi. Esty pun bertemu dengan beberapa anak muda dari kelas musik, yang akhirnya menjadi teman perjalanannya selama di Berlin.

Sempat mendaftarkan diri untuk ikut audisi piano, Esty akhirnya memilih untuk bernyanyi. Ia menyanyikan sebuah lagu berbahasa Yidi (bahasa asli Yahudi Hasidut) ketika ia bersama neneknya, yang sebenarnya sebuah rahasia. Kenapa rahasia? Karena tidak diperbolehkan untuk bernyanyi di depan laki-laki.

Tidak ada yang suka apabila dikekang terus-terusan dan diatur oleh orang lain. Setiap orang punya cara dan jalannya sendiri. Pemaksaan dalam hal apa pun, termasuk beribadah, memang tidak pernah baik, hal itu yang akhirnya membuat orang malah semakin menjauh. Cara yang baik, perlahan, sabar, sopan sangatlah penting dan diperlukan.

Dari serial Unorthodox ini, saya belajar akan pentingnya untuk melihat dunia lebih luas lagi. Kita jadi tahu ada sebuah aliran bernama Yahudi Hasidut. Kita jadi mengenal atau mengetahui bagaimana ajaran, tradisi, budaya, dan sedikit sejarah mereka. Jadi menambah pengetahuan, deh. Kita jadi tahu, ada komunitas seperti ini.

Selain itu, melebarkan sayap pertemanan atau dunia. Ini bukan berati kita harus keliling dunia. Tapi, bersosialisasi atu berkenalan dengan orang orang yang berbeda agama, suku, bangsa, pandangan atau perspektif. Untuk menambah wawasan, sudut pandang,dan dapat menghargai perbedaan.

Ada yang menghindar bergaul, karena tidak mau ketularan “buruk”. Hal ini bisa berlaku apabila kita sudah berteman atau kenal dengan orang tersebut. Tapi, bagaimana kita tahu orang tersebut toxic, suka bohong, suka ngutang tapi pas ditagih malah lari, suka ninggalin pas lagi sayang-sayangnya, kalau hanya dia-dia saja atau tidak bersosialisasi atau mengenalnya terlebih dahulu?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like