psikologi-media-sosial-psikosomatik-ruangobrol

Psikosomatik yang Mengiringi Pandemi Corona

By

Di tengah merebaknya pandemi Corona, masyarakat meresponsnya dengan beragam sikap. Ada yang sok jagoan seolah paling kebal Corona di seluruh dunia, seperti anggota DPRD di Medan yang bilang bakal menelan virus Corona karena dilarang menyalatkan jenazah penderita virus ini. Ada yang tenang tapi tetap waspada. Ada yang sangat panik sampai stres hanya karena membaca berita soal Corona. Sikap terakhir ini sangat berbahaya. Karena bisa menyebabkan penyakit bernama psikosomatik.

Psikosomatik, menurut Britannica, adalah kondisi ketika tekanan psikis memengaruhi fisiologis secara negatif dan menimbulkan gejala sakit. Hal itu bisa terjadi karena terjadi disfungsi organ fisik akibat aktivitas yang tidak semestinya di pusat syaraf. Ketika cemas, amigdala, pusat rasa cemas pada otak, merespons dengan mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan. Tubuh dibuat seolah sedang menghadapi ancaman sehingga selalu siaga. Akibatnya gejala psikosomatik muncul, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, menciptakan rasa sakit di dada. Seringkali diikuti rasa lemas pada tubuh.

Karena gejala Corona adalah rasa sakit di dada, batuk, dan tubuh lemas, maka penderita psikosomatik bakal merasa telah menderita virus ini. Akibatnya kepanikan meningkat dan bisa menjadi gejala lain lebih serius. Karena kepanikan menurunkan pula sistem imun yang dikendalikan CD4. Mungkin bukan terkena Corona, tapi berpeluang mengalami penyakit lain.

Untuk mencegah psikosomatik, yang diperlukan adalah pikiran tenang. Jika sumber kecemasan itu berita dan konten media sosial tentang Corona, maka mulailah ambil jarak dari gawai kecuali sangat mendesak atau untuk menghubungi kerabat. Mulailah kerjakan hal lain yang menyenangkan: menoton film, memainkan alat musik, dan membaca buku.

Anda juga bisa memperbanyak meditasi. Karena meditasi sangat membantu dalam menenangkan jiwa dan pikiran. Bagi yang beragama Islam, bisa lebih sering berzikir kepada Allah. Selain punya efek seperti meditasi, juga berpahala.

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan Anda. Sering mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan hand sanitizer. Lakukan juga social distancing. Setelah semua itu dilakukan, kemungkinan besar Anda aman.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like