nelayan-hari-nelayan-nasional-ruangobrol

Hari Nelayan Nasional, Semoga Para Nelayan Sejahtera

By

Hari ini, tanggal 6 april bertepatan dengan Hari Nelayan Nasional. Kangen enggak, sih, main ke laut? Sambil mengamati para nelayan di pinggir pantai sedang mempersiapkan perahu dan peralatan lainnya untuk mencari karunia Allah, dan agar kita bisa makan seafood.

“Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14)

Saya senang banget, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Bu Susi Pudjiatuti sangat peduli dan mengajak seluruh warga Indonesia untuk memuliakan para nelayan dan alam laut. Salah satunya dengan mengonsumsi hewan hewan laut, hasil tangkapan nelayan kita sendiri, dan tidak merusak lingkungan.

“Tuhan itu luar biasa adil dan akbar. Ikan di laut tidak usah kita kasih makan. Kita hanya biarkan dan kita jaga serta ambil dengan cara tidak semena-mena. Keserakahan kita harus dihentikan,” kata Bu Susi Pudjiastuti suatu kali.

Namun tampaknya, tahun ini cukup berbeda. Di tengah pandemi Covid-19 ini, semua kena dampaknya, termasuk nelayan. Dilansir dari liputan6.com, toko yang biasanya menerima hasil tangkapan nelayan tutup, dan warga juga banyak mengurangi aktivitasnya di luar rumah. Sehingga harga-harga hewan laut jadi turun begitu dratis.

“…Sejak kabar mewabahnya Corona Covid-19, harga sejumlah hasil laut di pasaran mulai turun. Di antaranya rajungan, yang sebelumya Rp 65 ribu per kilogram, menjadi Rp 45 ribu. Lobster yang awalnya Rp 300 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram.

Sedangkan cumi-cumi harganya menjadi Rp 15 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 35 ribu. Harga hasil laut itu diikuti harga jenis ikan lain, yang turun hingga 50 persen…”

Para nelayan ke laut dapat ikan dan mau dijual (toko nya tutup) terpaksa para nelayan ini memakan ikan hasil tangkapan nya sendiri dan mereka pasti tidak mendapatkan pemasukan (untuk beli beras dll).

Yap, peran pemerintah dibutuhkan disini. Berupa bantuan sosial untuk meningkatkan produktivitas mereka. Tidak hanya para nelayan, buruh tani, dan masih banyak lagi.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan dengan patuh pada arahan seperti physical distancing, saling bahu membahu. Beberapa pasar pun sudah ada yang menggunakan metode pesan antar. Seperti yang saya lihat di beberapa kota di Jabodetabek. Dalam beberapa cuitannya di Twitter, Pemda memberikan nomor-nomor telepon pedagang sayur, ikan, daging, dll. di pasar-pasar basah yang ada di kota tersebut.

Kita bisa menelepon para pedagangnya, nanti sepakati harga, cara membayar, pengataran dan pengambilan belanja bisa diantar langsung ke rumah. Atau dengan belanja dari abang tukang sayur, dapat membantu juga.

Semoga wabah ini segera hilang, dan semua kegiatan bisa kembali berjalan normal dan para nelayan hidup sejahtera. Selamat Hari Nelayan Nasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like