Hari Privasi Data, Saling Mengingatkan Pentingnya Privasi

By

Kampanye untuk meningkatkan minat baca harus terus digaungkan. Karena, dengan memiliki minat baca yang tinggi, insyaallah kita akan paham mengenai pentingnya melindungi privasi data khususnya di dunia internet. Sudah banyak artikel, data, imbauan untuk berhati-hati dalam bermedia sosial atau terjun di dunia internet.

Saya bukan ahli dalam bidang keamanan internet, dan sejenisnya. Bahkan, saya sendiri juga masih lalai dalam hal ini. Saya pernah diingatkan: kalau sudah terkoneksi dengan internet, maka enggak ada lagi istilah privasi. Ya, itu benar. Tapi kita mencoba untuk meminimalisir hal tersebut.

Inilah yang ingin sedikit saya bagikan ke sobat ngobrol. Mungkin ini hal yang sangat sederhana, tapi kalau kita terbiasa melakukannya insyaallah hasilnya baik. Dan pas banget, tanggal 28 Januari kemarin merupakan Hari Privasi Data Internasional. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan privasi dan praktik terbaik perlindungan data. Saat ini baru diperingati di Amerika Serikat, Kanada, Israel, dan 47 Negara Eropa.

Wah …. bisa dibilang, hari privasi itu kayak hari ibu dan ayah. Tiap hari!. Karena tiap hari kita terkoneksi dengan internet. Zaman sekarang, hampir semua orang mempunyai akun medsos. Nah, di medsos ini nih biasanya kita kurang dalam melindungi privasi kita.

Ya, kita saling tau diri aja ya. Hehehe. Bukan melarang untuk main medsos, tapi kita harus mulai bisa membatasi apa saja yang perlu dibagikam di medsos. Masa saldo ATM dipamer-pamerin? Situ mau jadi sasaran para rampok apa gimana? Atau, kalau kita lagi excited mau jalan-jalan terkadang ada yang update status.

Nah, kalau medsos kan biasanya siapa aja bisa melihat. Kita enggak tahu siapa di balik followers kita. Gimana kalau mereka mau melakukan aksi kejahatan terhadap kita atau rumah yang sedang kita tinggal pergi. Bukan ingin menakut-nakuti. Tapi itu hal privasi. Dengan tiket transportasi ketika sedang perjalanan, orang-orang jadi tahu kita mau kemana, pakai pesawat apa, dll.

Selain itu, yang menuntut kita untuk lebih rajin membaca adalah ketika mengunduh beberapa aplikasi. Kita sering males membaca term and condition. Dari sini kita juga bisa belajar untuk lebih bijak dalam berinteraksi di medsos. Apa yang kita tulis atau posting akan terekam selamanya a.k.a jejak digital akan abadi.

Kenapa sih sepenting itu? Dunia nyata dan internet luas. Siapa saja bisa menggunakannya dengan niatnya masing-masing. Para teroris, penjahat, perampok juga menggunakan ini. Apalagi dengan adanya medsos, mereka dengan sangat mudah bisa mereka meninjau sasarannya.

Oleh karena itu, kita perlu ingat: Jangan terlalu mudah membagikan hal-hal pribadi di internet. Begitu juga dengan foto-foto pribadi. Ada baiknya dibagikan seadanya karena kerap kali foto-foto selfie disalahgunakan untuk tindak kejahatan. Begitu pun dengan para teroris yang ingin merekrut anggota baru, dan memberikan kepercayaan dengan mengirim foto pribadi yang berasal dari asal comot di medsos orang atau search engine.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like