Haul Gus Dur Satu Dekade : Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan

By

Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya – Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Demikian salah satu quote putra Wahid Hasyim tersebut yang cukup terkenal. Presiden Indonesia ke-Empat tersebut telah sepuluh tahun meninggalkan kita semua. Tahun ini, keluarga mengadakan haul dan rembug budaya di Komplek Al-Munawwaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Tema yang diangkat kali ini pun berkenaan dengan “Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan”. Acara akan dilaksanakan pada 28 Desember atau tepatnya sabtu mendatang.

Inaya Wahid mengambil peran sebagai ketua pelaksana Haul tahun ini. “Gagasan dan konsep kebudayaan Gus Dur telah menjadi rujukan penting bagi para pemikir dan pelaku budaya. Sehingga menempatkan Gus Dur pula sebagai advokat budaya karena komitmennya membela kebudayaan yang tersingkirkan.” kata putri ke empat tokoh pejuang kemanusiaan tersebut.

Semasa hidupnya, Almarhum mengedepankan nilai kemanusiaan melalui pendekatan budaya. Oleh karenanya penghormatan kepadanya datang dari berbagai kalangan di penjuru nusantara. “Tema ini berkaitan langsung dengan quote Gus Dur yang mengatakan kebudayaan melestarikan kemanusiaan,” kata Inaya ketika ditanya mengenai asal usul tema yang diangkat.

Beberapa tokoh yang akan hadir dalam Haul dan Rembug Budaya ini adalah Gus Mus, Hilmar Farid, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis hingga politisi Rano Karno. Rembug Budaya akan dilaksanakan hingga waktu magrib. Setelah Isya, acara akan dilanjutkan dengan haul, tahlil dan pembacaan sholawat, khutbah hingga hiburan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like