Bercerita

Kekuatan Bercerita dalam Hidup

By

Storytelling is the most powerful way to put ideas into the world [Bercerita adalah cara paling kuat untuk menaruh ide kepada dunia]” – Robert McKee

Tiap individu pasti punya cerita untuk diceritakan. Gak perlu keliling dunia untuk mempunyai cerita. Dalam satu jam saja kita bisa punya lebih dari 3 cerita. Ketika lagi masak tiba tiba kompor mati, langsung telpon tukang gas. Eh, malah panik karena gas nya lagi habis. Alhasil, sayur yang lagi dimasak jadi benyek atau terlalu matang. Itu bisa jadi satu cerita.

Adalagi, ketika lagi rebahan, tiba-tiba ada cicak merayap di atap tepat atas kasur kita. Kita was-was, apa mungkin cicak itu akan menjatuhkan sesuatu? Ataukah menjatuhkan diri? Hal-hal sederhana seperti itu bisa menjadi sebuah cerita yang bisa kita bagikan ke orang lain. Paling tidak bercerita ke anggota keluarga di rumah.

Tak jarang cerita juga menyemtuh emosional seseorang. Cerita orang lain bisa mengembangkan imajinasi kita dan kemudian larut dalam cerita sambil membayangkannya. Cerita juga bisa digunakan sebagai alat markerting dengan metode storytelling.

Seorang CEO proud project, Trivet Sembel saat diwawancara Marketeers TV mengatakan “Dengan senjata nuklir, sekali klik, orang-orang akan mati. Tetapi, dengan storytelling, sekali klik, orang-orang justru malah hidup. Storytelling bisa mengubah hidup seseorang”.

Kisah-kisah bisa membuat mata, hati, pendengaran kita lebih terbuka. Bahkan cerita yang negatif dilakukan oleh orang lain sekalipun bisa menjadi sebuah pelajaran penting agar kita tidak terjerumus ke lubang yang sama. Pun begitu dengan hal yang positif. Kita bisa ambil contoh atau kita tiru, dan dipraktekan di kehidupan kita sehari hari.

Jennifer Aiker, seorang Profesor marketing dari Standford University menyimpulkan, kalau cerita 22 kali lebih diingat dibandingkan data dan angka. Untuk itulah, salah satu cara untuk membantu orang orang keluar dari lingkaran kekerasan atau kelompok kejahatan, bisa menggunakan metode storytelling.

Kenyataannya memang tidak semudah itu. Kita perlu teknik yang berbeda dan harus lebih sabar dalam menyampaikannya. Karena, kadangkala credible voice juga sering dituduh pendusta. Bercerita bisa jadi justru menolong orang lain agar dapat mengambil pelajaran.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like