Mengapresiasi

Mengapresiasi Diri Sendiri Juga Penting

By

Akhir-akhir ini saya sedang membaca beberapa tulisan dan menonton video dari Mike Robbins yaitu “the power of appreciation”. Ternyata, saya pribadi masih sulit untuk menghargai diri sendiri atau mengapresiasi diri. Saya, dan mungkin sobatngobrol masih ada yang sering menghukum diri sendiri karena pekerjaan tidak pernah mencapai target atau titik kesuksesan/keberhasilan. Sering juga merasa tidak puas dengan hasil kinerja kita atau bahkan orang lain.

Ada sebuah budaya yang masih mengakar di diri kita. Yaitu, memberikan sebuah apresiasi terhadap diri atau oranglain apabila membuahkan hasil. Padahal, untuk memberikan apresiasi ke diri sendiri atau orang lain tidak perlu menunggu ada nya hasil yang wow atau bombastis. Kita masih jarang men notice langkah langkah kecil menuju hasil atau kesuksesan itu. untuk mencapai sebuah kesuksesan kan butuh perjuangan, keringat, darah, kegagalan, logistik (makan, minum). Nah, ini jarang diperhatikan oleh kita kita. Iya gak sih?

Sebelumnya, saya mau sharing sedikit. Ternyata ada perbedaan mendasar antara rekognisi (pengakuan) dengan apresiasi. Hal ini saya dapatkan ketika membaca dan menonton video Mike Robbins. Menurutnya, rekognisi itu memberikan respon positif berdasarkan hasil atau kinerja. Terkadang ini terjadi secara formal: penghargaan, bonus, promosi, kenaikan gaji. Terkadang pengakuan bisa diberikan secara lebih informal: ucapan terima kasih secara verbal, dan catatan tulisan tangan. Hal seperti ini bisa memuat mereka lebih termotivasi dan bersemangat untuk bekerja. Siapa sih, yang gak mau pekerjaannya diakui dan dihargai?

Kalau menurut Mike, apresiasi itu tentang mengakui nilai bawaan seseorang. Intinya bukan prestasi mereka, nilai mereka sebagai kolega dan manusia. Jadi secara sederhana, pengakuan adalah tentang apa yang dilakukan orang sedangkan apresiasi adalah tentang siapa mereka.

all the hard work paid off

Ucapan syukur atau terimakasih pada Allah, kemudian diri kita dan orang lain nampaknya sangat sederhana. Tapi dampaknya sangat besar dalam hablum min Allah dan hablum min nnas. seperti Rasa Syukur atas kesempatan yang masih Allah berikan untuk hidup,kesehatan lahir dan batin. Oleh karena itu, kita bisa mengatakan kepada diri sendiri, tubuh kita, pikiran kita, bahwa “kamu sudah melakukan hal yang terbaik”. Untuk orang lain, kita bisa menjadi pendengar yang baik, berempati, peduli ,dan mendukung aktifitas atau kerjanya selama ini. Bila gagal, ya di-support dan bilang “you did a great job”.

Kita pun perlu ingat, kebaikan seseorang tidak sebatas pada materi. Doa, support, empati, menjadi pendengar yang baik, membantu sebisa mungkin ketika dalam kesulitan merupakan bentuk kebaikan juga. Kita tidak perlu sedih ketika mereka tidak mengapresiasi balik. kita fokus pada diri kita, jangan sampai kita lupa akan kebaikan mereka, dengan mengucapkan terimakasih itu sangat powerful.

1 Comment
  1. […] Refleksi dan evaluasi diri adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Namun melakukan refleksi memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan sulit dilakukan di hari biasa karena banyaknya kesibukan sehari-hari. Karena itu, weekend jadi waktu yang tepat untuk bercermin dan melihat ke belakang untuk mengevaluasi dan mengapresiasi dirimu sendiri.  […]

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like