SKSG UI

SKSG UI Luncurkan Aplikasi LOCALOV

By

Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI)  mengadakan dialog deradikalisasi dengan tema pemberdayaan ekonomi mantan terorisme melalui aplikas e-commerce LOCALOV. Acara ini diselengarakan oleh tanggal 13 November 2019 kemarin di kampus Universitas Indonesia, Salemba. Diskusi ini cukup menarik dan berlangsung beberapa jam setelah insiden Bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Dialog tersebut dihadiri oleh Direktur SKSG UI Dr.Muhammad Luthfi Zuldi, Staf ahli menko Polhukam Sri Yunanto, M.Si, Dosen Universitas Paramadina, Dosen kajian terorisme SKSG Ui Dr.Saptyo Priyanto, mantan narapidana terorisme Echo Ibrahim dan Menteri Agama RI Bapak Jendral Purnanirawan Fachrul Razi.

Dialog yang berlangsung dari siang sampai sore hari itu, berhasil membahas beberapa topik dan permasalahan dalam program deradikalisasi,motif ekonomi terorisme dan perkembangan gerakan terorisme di Indonesia. Namun yang menjadi topik utama dalam dialog tersebut yaitu kebutuhan perekonomian perkonomian mantan narapidana terorisme.

Mantan narapidana terorisme juga mengaku mendapat penolakan dari masyarakat dan kesulitan mendapat pekerjaan. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuka usaha dalam memperbaiki keadaan ekonomi. Adapun usaha-usaha yang dilakukan adalah dibidang kuliner, jasa dan kerajinan dapat ditingkatkan dan sekaligus menghilangkan pemikiran radikal. Hal ini karena dalam banyak kasus di Indonesia, kondisi ekonomi menjadi motivasi terlibat dalam aksi terorisme.

Pemerintah juga harus turut terlibat dalam pengembangan,pembinaan dan pemberian dana bantuan untuk usaha mantan narapidana teroris. Pengawasaan dilakukan agar tidak ada mantan narapidana yang menyalahgunakan penghasilan usaha tersebut untuk tindakan terorisme. Kondisi tersebut SKSG UI menawarkan sebuah program pemberdayaan ekonomi kepada para mantan narapidana terorisme terintegrasi start-up LOCALOV.

Peluncuran aplikasi LOCALOV pada sesi dialog tersebut juga bertujuan untuk membantu pemasaran terhadap produk-produk dari para mantan narapidana terorisme. Hal ini agar produk-produk tersebut dapat tersebar dimasyarakat dengan mudah dan dapat bersaing dipasar local dan internasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like