Invasi Turki ke Kurdistan, Indonesia Perlu Waspada ‘Sel Tidur’ ISIS

By

Warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya kabur dari ISIS yang ditahan di kamp pengungsian di Suriah bagian utara terus menunggu langkah evakuasi dari pemerintah Indonesia. Mereka dalam posisi cemas menyusul invasi militer Turki ke kawasan tersebut beberapa hari terakhir.

Aleeya Mujahid seorang WNI yang kini berada di Kamp Pengungsian Roj, menyebut di kamp tersebut banyak perempuan-perempuan mulai sibuk mencari kontak ikhwan di Idlib Suriah dan sekitarnya.

“Mulai dari kelompok Jabath Al Nushra sampai yang katanya punya kontak dengan ikhwan Daulah (ISIS),” kata Aleeya kepada tim ruangobrol.id, Rabu (16/10/2019).

Dia sendiri dan beberapa teman-temannya yang non WNI di sana, menyebut akan bersikeras tinggal di kamp itu jika pasukan Turki menyerang dan kelompok Kurdi yang mengoperasikan kamp itu kabur. Mereka hanya ingin evakuasi, tidak ada keinginan untuk memberontak apalagi kabur.

“Kita mau diem di kamp, ngibarin bendera putih,” lanjutnya.

Walaupun tidak ada rencana kabur, Aleeya menyebut masih banyak yang ingin melanjutkan perjuangan mereka.

Seiring transisi dari milisi Kurdi ke tentara Turki, para pengungsi ini terus khawatir. Sebab, salah satu informasi yang ada, para ekstremis akan membuat rusuh.

“Karena mereka nggak suka sama kita yang milih diem nunggu evakuasi biar bisa pulang ke negara asal,” sambung Aleeya.

Di Kamp Roj, sebut Aleeya kondisi terkini di sana masih baik-baik saja. makanan dan beberapa barang masih bisa masuk, walaupun menipis. Beberapa kali terdengar suara ledakan setiap tengah malam, namun diperkirakan masih jauh. Pesawat-pesawat berseliweran setiap harinya.

Sementara itu, kamp lainnya yakni Ain Issa sudah lepas dari milisi Kurdi. Menjaga tawanan ISIS sudah bukan prioritas lagi bagi milisi Kurdi itu.  Aleeya sendiri menyebut di Ain Issa, berdasarkan perbincangan dengan para penghuni di sana, belum pernah melihat atau kenalan orang Indonesia. Di kamp lainnya, yakni Hawl, banyak orang asal Malaysia.

Kondisi para pengungsi di kamp-kamp itu, sebut Aleeya memang masih berbeda keyakinannya. Mereka yang di Roj yang lebih awal kabur dari wilayah ISIS di Suriah terpisah dengan keluarganya yang keluar dari Baghouz dan menetap di Hawl. Baghouz sendiri merupakan benteng terakhir ISIS di Suriah pasca mereka dibombardir.

“Yang di Roj pada manggilin mereka biar datang ke sini biar ikut evakuasi, tapi yang di Hawl pada manggilin mereka (yang di Roj) biar mereka pindah ke Hawl biar nggak kena evakuasi,” ungkapnya.

Sementara itu, dikutip dari SCMP.com (16/10/2019), militer Turki terus melancarkan invasi ke daerahnya di bagian selatan termasuk di wilayah Suriah bagian utara, yang dikuasai pasukan Kurdi. Wilayah yang diinvasi itu merupakan kamp-kamp tempat pengungsi dari kelompok ISIS ditahan.

Ada sekitar 12000 militan ISIS yang ditahan di penjara-penjara Suriah, sekira 2000 orang di antaranya dari negara-negara asing, termasuk Indonesia dan Malaysia. Sebagian besar dari Suriah dan Irak.

Menyusul invasi Turki itu, diyakini ada 50 pejuang ISIS asal Indonesia yang kabur dari penahanan. Total WNI yang ada di sana, anggota keluarga mereka, jumlah totalnya sekira 700 orang.

Invasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Sebab, di lokasi invasi ada 12.000 militan ISIS yang dipenjara namun hanya dijaga 400 tentara Kurdi. Selain harus mengawasi penjara, mereka juga harus mengawasi kamp luas yang menampung lebih dari 70.000 anggota keluarga simpatisan ISIS.

Dengan jumlah yang tak sebanding, disusul invasi Turki, jika para militan ISIS yang ditahan itu memberontak maka bisa dengan mudah membobol penjara, mengalahkan Kurdistan dan kabur.

Pada pekan lalu, sudah ada hampir 800 keluarga yang kabur dari kamp pengungsian seiring invasi itu.

Militer Turki sendiri melakukan invasi kepada milisi Kurdi sebab dianggap kelompok teroris. Mereka dituding kelompok teroris oleh AS dan UNI Eropa. Milisi Kurdi yang bercokol di selatan Turki, perbatasan Suriah, dianggap sedang membangun kekuatan besar.

Turki terus berusaha memukul mundur milisi Kurdi yang dikenal dengan Unit Perlindungan Rakyat (YPG), kelompok yang dipandang perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang dilarang. Sebab, mereka sejak era 80-an terus berjuang untuk otonomi Kurdi di Turki.

Waspada

Kondisi seperti itu perlu mendapat perhatian lebih. Para tahanan terutama pejuang ISIS asal Indonesia di sana, yang memiliki kesetiaan kuat kepada ISIS tentu akan berjuang keras untuk kabur.

Aktivis kemanusiaan yang juga pakar kontraterorsime, Noor Huda Ismail, dari riset yang dilakukan termasuk film-film dokumenter yang dibuatnya, kesetiaan kuat terhadap ISIS salah satunya tersirat ketika kedatangan awal di sana dilakukan pembakaran paspor-paspor Indonesia.

Itu adalah sebuah komitmen kesetiaan mereka terhadap ISIS. Meski tidak semuanya dengan sadar dan senang hati membakarnya. Sebab, ada pula yang karena terpaksa, tak punya pilihan lain ketika dalam kondisi tertekan.

Ketika para WNI yang ada di sana sudah tak memiliki paspor, tentunya menyulitkan mereka ketika ingin kembali pulang. “Hampir pasti mereka akan bubar, terutama (pergi) ke negara-negara tetangga seperti di perbatasan Turki, Irak juga Iran,” kata Noor Huda.

Para pengungsi yang masih setia dengan ISIS itu juga kemungkinan akan menghubungi Jamaah Ansharut Daulah (JAD), jaringan pendukung ISIS terbesar di Indonesia, untuk upaya pulang.

“Jika mereka pulang sekarang, mereka akan memberi energi pada sel-sel ISIS yang masih ‘tidur’ (sel tidur) di Indonesia,” lanjutnya.

Di Indonesia sendiri, beberapa waktu terakhir, polisi telah melakukan penangkapan terhadap lebih dari 20 orang terduga teroris kelompok JAD. Beberapa di antaranya adalah calon pelaku bom bunuh diri, dengan sejumlah barang bukti seperti peledak. Serangkaian penangkapan ini juga dilakukan menyusul penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, di Pandeglang Banten, pada pekan lalu tepatnya Kamis (10/10/2019).

 

FOTO DOK. ALEEYA MUJAHID

Susana Kamp Pengungsi Roj di Suriah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like