Sulli f(x) Bunuh Diri, Lagi-Lagi Depresi Merenggut Selebriti Korea Selatan

Rosyid Nurul Hakiim
Rosyid Nurul Hakiim
4 Min Read

Choi Jin Ri atau yang biasa dikenal dengan Sulli mengakhiri hidupnya sendiri di kediamannya di Seongnam, sebelah selatan Seoul. Mantan anggota Girlband f(x) ini menambah daftar panjang selebriti Korea yang melakukan bunuh diri di usia muda. Gadis yang ditemukan sudah tak bernyawa oleh managernya ini baru berusia 25 tahun.

Korea dan kasus bunuh diri memang kerap menghiasi kolom berita. Apalagi yang dilakukan oleh pesohor di negara Gingseng tersebut. Pada akhir 2018 lalu, mereka yang gandrung dengan jajaran lagu Kpop juga tersentak kaget. Berita kematian Jonghyun begitu mendadak masuk dalam lini masa para penggemar dan juga outlet-outlet berita di seluruh dunia. Penyanyi utama di Boyband Shinee ini mengakhiri hidupnya dengan menghirup asap beracun. Polisi menemukan arang yang terbakar di atas penggorengan di dapur pria yang ketika itu berusia 27 tahun tersebut.

“Saya telah hancur dari dalam, depresi perlahan menggerogotiku, dan akhirnya menelanku. Aku tidak bisa mengalahkan pikiran negatif ini,” tulis Jonghyun kepada rekannya sesama vokalis yang kemudian diunggah di media sosial. Kalimat tersebut hanya sebagian kecil dari curahan hati Jonghyun, tentang ketenaran dan rasa sakit yang dialaminya. Pria ini mengakhiri hidupnya karena depresi.

Depresi juga dialami oleh Sulli sebelum dia benar-benar memilih untuk mengakhiri hidupnya. Sulit untuk mengira bahwa gadis yang beberapa tahun lalu belari-larian dengan cast Running Man ini menderita dari dalam. Ketika itu, di depan kamera, dia terus mengulas senyum yang lebar.

Ternyata Sulli sudah cukup lama berhadapan dengan cyberbullying. Bahkan, keputusannya untuk meninggalkan f(x) pada 2014 juga disebabkan oleh rumor tentang kehidupan pribadinya dan berbagai kata-kata menyakitkan yang sampai padanya melalui media sosial.

Jika Sulli mengalami depresi karena cyberbullying, dan Jonghyun karena ketenarannya, maka berbeda lagi dengan Jang Ja Yeon. Kasus bunuh diri wanita yang ketika itu berusia 29 tahun itu sudah terjadi cukup lama. Pada tahun 2009, wanita yang tenar karena perannya di drama Boys Before Flowers ini ditemukan tewas gantung diri di rumah keluarganya. Dia menderita depresi karena tekanan dari pihak managemen yang meneksploitasinya. Fakta ini baru terungkap setelah beberapa tahun sejak kematiannya. Seorang teman mengambil resiko untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Soal Jang Ja Yeon yang harus mendapatkan pelecehan seksual dari orang-orang berpengaruh di Korea.

Ketiga selebriti ini hanya menjadi potret kecil dari berbagai kasus bunuh diri yang terjadi di Korea. Kasus-kasus tersebut hampir semua bermuara dari depresi. Sebuah kondisi kesehatan mental yang sulit terdeteksi dari luar. Kondisi ini cenderung berbeda dengan kesedihan atau rasa duka.

Seseorang bisa saja tampak bergembira, namun, sebenarnya jiwanya sedang digerogoti. Masih ingat aktor kawakan Amerika Serikat Robin Williams? Pria murah senyum dan banyak memainkan peran komedi ini juga harus mengakhiri hidupnya sendiri karena depresi.

Karena sekilas sulit terdeteksi, depresi harusnya menjadi perhatian kita. Apa yang kita katakan secara langsung kepada orang lain ataupun kita ketik di media sosial, sebaiknya dapat memikirkan soal kondisi ini.

Akan ada banyak peluang bahwa kita tidak tahu bahwa lawan bicara kita, baik di dunia nyata ataupun di dunia maya sedang mengalami depresi atau tidak. Akan ada banyak peluang bahwa kata-kata ‘nylekit’ kita justru akan memperburuk situasi lawan bicara kita karena depresi yang dideritanya. Akan ada banyak peluang bahwa kita memiliki peran untuk membuat orang lain depresi. Oleh karena itu, terhadap siapapun, kita sebaiknya mampu menghargai mereka yang berbeda, tanpa harus menyudutkan.

 

 

 

 

Share this Article
Leave a comment