Syahrini

Syahrini Juga Wanita Yang Ingin Dimengerti

By

Syahrini atau Rini Fatimah Zaelani nampak tak pernah berhenti membawa sensasi. Beberapa waktu lalu, Syahrini dibuat satu panggung dengan Luna Maya, mantan kekasih suaminya. Hebohnya netizen penghujat Syahrini berkumpul menjadi satu dan mendukung Luna Maya. Kisah pelakor ala Syahrini pun kembali mencuat.

Nampaknya emang netizen kangen menghujat Syahrini. Untungnya ada moment. Pasca menikah, Syahrini memang menggembok komentar di akun instagramnya. Maklum, dia punya 30 juta followers kalau setengahnya itu adalah haters, maka instagramnya bisa jebol karena hujatan. Tapi penasaran sih berapa message yang diterima oleh Syahrini dan Reino Barack per hari. Biarkan 30 juta itu bertugas membuatnya berada di jajaran trending setiap waktu, entah hujat atau pujian, yang penting 30 juta.

Tapi Sarjana Hukum ini merasa tidak perlu menyebarkan hal-hal tersebut. Cukup pamer private jet dan tas mewah dibanding harus pamer haters. Selain karena menguras waktunya melanglang buana, haters menurutnya adalah fans yang tertunda. Syahrini juga tak perlu bilang darimana ia bisa naik private jet dan membeli tas mewah. Perasaan kita yang kerja siang malem aja, belum mampu. Dia jalan-jalan mulu.

Ini sedikitnya menggambarkan bahwa ada sosok Rini Fatimah Zaelani dibalik topeng Syahrini. Sebagai public figure, Syahrini harus berlaku sesuai pasar. Dia membuat branding yang berbeda dengan dirinya yang dianggap lebay dan pamer. Branding ini berhasil dan akhirnya banyak public figure yang ikut lebay dan pamer semua yang ia punya. Bahkan yang bukan public figure aja ikut-ikutan, Semua lomba-lomba beli tas mewah meski KW. Syahrini berhasil bikin syahrini effect di Instagram. In the end, instagram menjadi media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental.

Tapi sebagai Rini Fatimah Zaelani, dia merasa tidak perlu menceritakan apa yang ia punya. Dari kota asalnya Bogor, tetangga sekitar tahu sebesar apa usaha keluarganya. Jadi bukan cuma nyanyi. Perempuan 37 tahun ini juga pernah menyebutkan bahwa ia punya usaha properti. Tutupnya kolom komentar Syahrini dan Reino Barack menandakan mereka ingin dimengerti. Bahwa ada hal yang orang lain tak perlu komentar banyak, cukup ia menikmatinya.

Media sosial memang menjadi alat branding bagi banyak public figure terlebih instagram. Namun sering kali penggunanya yang kurang begitu memahami hal ini dan justru tenggelam dalam syahrini effect. Tak semua hal patut dibagikan di media sosial, Syahrini saja paham itu. Terlebih bagaimana ia menjelaskan awal hubungannya dengan Reino Barack, selepas itu ia bodo amat. Karena untuk menjadi paling baik di mata netizen, tidak pernah bisa cukup. Bahkan dianggap baik oleh netizen belum tentu beneran baik atau semua suka. Jadi, jangan serius-serius amatlah

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like