Kala Ustad Terbelenggu Cinta Pertama pada Vonny Cornelia

By

Dulu, ketika masih menjadi seorang santri, bicara tentang cinta memang selalu menjadi perkara tabu. Jika salah lidah, bisa-bisa digundul pelontos atau dijemur di tengah halaman pondok dan menjadi tontonan santri lainnya.

Tapi ngomong-ngomong soal cinta, kapan sih kita pertama kali mengenalnya?

Sebelum kita lanjut pada pembahasan ini, ada baiknya kita mengenal arti cinta itu sendiri.

Makna cinta memang sulit untuk dibedakan baik pada batasan ataupun pengertiannya. Hal ini karena cinta adalah salah satu bentuk dari emosi dan perasaan yang dimiliki setiap individu. Sifatnya pun lebih subjektif sehingga makna cinta dari setiap individu akan berbeda satu sama lainnya, tergantung dari pengalaman serta penghayatan yang dimilikinya.

Karena itu, soal pengalaman jatuh cinta kali pertama pada setiap orang pun berbeda-beda waktu dan momennya.

Dan inilah kisahku, awal pertama kali mengenal cinta itu sendiri.

Saat itu masih duduk di kelas 6 SD ketika pertama kali cinta itu datang menyapa. Bermula ketika tanpa sengaja menyaksikan klip musik di sebuah acara TV.

Adalah grup musik asal ibu kota, Bening dimana terdapat empat gadis cantik yang menjadi personilnya dengan lagu andalan mereka ‘Ada Cinta’.

Para gadis ayu yang menjadi penyanyi dalam lagu tersebut berlenggang santuy nan anggun dengan suara merdunya. Paras-paras cantiknya menebar aura magis yang seolah ingin menawarkan kepada siapapun yang melihatnya, “Datanglah ke ibu kota, kalian akan menemukan wajah-wajah cantik seperti kami disana”.

Namun dari empat personil yang ada, ada satu diantara mereka yang secara terang-terangan berhasil mengintimidasi jiwa raga. Dia adalah Vonny Cornelia, penyanyi tembang lawas Ada Cinta ini.

Sebagai anak lelaki yang mulai beranjak remaja dan hidup jauh dari hingar-bingar serta gemerlap kota, Vonny Cornelia ibarat oase yang mampu menyegarkan mata dan menyehatkan pikiran bahwa bidadari dunia itu memang ada.

Karenanya sebagai seorang bocah kampung yang polos dan belum terjamah efek buruk sinetron, aku belingsatan setiap kali band ini tayang di layar kaca. Mataku fokus pada Vonny tentunya, sebab ia adalah muara kecantikan yang ganjil dan susah untuk ditemukan di kampung kecil kami di pesisir Lamongan nan kering.

Jika dibuat grafik, barangkali ia adalah muara pertama aku menaruh cinta selain pada orang tua. Yakni cinta pada Vonny Cornelia, cinta pada Jakarta, dan cinta pada ibu kota.

Di zamannya, lagu ini sendiri cukup viral. Di TV maupun radio, lagu ‘Ada Cinta’ tak henti-hentinya diputar. Hingga mengalahkan lagu nasional ‘Padamu Negeri’ yang biasa diputar diakhir tayangan berita TVRI maupun radio RRI.

Bagi orang yang percaya teori konspirasi, mungkin ini adalah bagian dari skenario rezim Orde Baru untuk mengalihkan derita masyarakat akan beban hidup yang kian tinggi. Jika iya, mungkin inilah diksi yang paling tepat untuk mendeskripsikan maksud dari ‘kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas’.

Meminjam kata Abdul Shomad dalam salah satu ceramahnya, “Orang kalau sudah berkata tentang cinta, maka cinta adalah rasa dan rasa tidak boleh diwakili oleh kata. Setiap kata bercerita tentang rasa, dia pasti berdusta. Karena bahasa tidak boleh mewakili rasa di dalam hati“.

Dan semenjak itu, aku selalu berambisi ingin merantau ke ibu kota. Bukan untuk mengadu nasib, namun untuk bertemu dengan cinta pertama pada Vonny Cornelia, apapun caranya.

 

Link foto: https://www.fimela.com/news-entertainment/read/2998077/penyanyi-90an-terkenang-nostalgia-grup-vokal-bening

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like