Apa Iya Tuhan Kirim Kita ke Bumi Cuma untuk Patah Hati?

By

Selamat Pagi Sobat Ambyar! Piye kabarmu? Sudah makin susah belum?

Seperti biasa, seambyar apapun perasaanmu, kehidupan akan terus berjalan. Maka, jadilah manusia yang ambyarnya paripurna, jangan setengah-setengah.

Kalau merasa paling ambyar tapi masih bisa tertawa nonton komedi, berarti ambyarmu masih setengah-setengah. Jadilah ambyar yang kaffah.

Ambyarnya perasaan bisa jadi karena banyak hal. Misal; ketidakpastian perasaan, perjuangan yang dianggap sebelah mata, cinta bertepuk sebelah tangan, ditolak cinta teman bertepuk tangan, ngutang beli kuota atau nyari WiFi gratisan untuk chat si dia tapi nggak dibalas-balas. Tenang saja, itu sudah risiko! Ya risiko untuk jadi sobat ambyar yang hakiki.

Tapi begini, seambyar-ambyarnya perasaan kita, jangan sampai itu membuat kita putus asa. Betul tidak jamaah?

Karena kalau kita putus asa, maka kita tidak bisa merasakan nikmatnya ambyar-ambyar yang lain. Semua jadi flat. Kan sayang tuh, masih muda tapi sudah kehilangan kenikmatan keambyaran hidup.

Sebenarnya, ambyar adalah energi terbesar untuk kita bangkit. Percayalah, tabungan penderitaan adalah investasi terbesar keberhasilan hidup.

Nggak percaya? Coba aja lihat kisah para pengusaha sukses di dunia, punya perusahaan yang sangat besar.

Sebut saja: Kolonel Sanders yang awalnya punya hidup sangat susah, saat kecil harus mengurus 3 adiknya, jadi tulang punggung, bangkrut, ditolak lebih dari 1000 restoran. Kurang ambyar apalagi perasaannya?

Tapi sesusah-susahnya hidup, Sanders membuktikan berhasil pasti diraih dari tabungan penderitaan yang dikonversi jadi energi kebaikan. Masih nggak percaya? Hitung saja berapa jumlah gerai KFC sekarang? Ambyar rak kowe!

Gerai-gerai itu sekarang mungkin kerap dijadikan tempat buat sobat-sobat ambyar untuk curhat sama teman bahkan selingkuhan tentang ambyarnya hidup. Merasa jadi orang paling sedih, paling sengsara sambil menikmati sepotong ayam goreng.

Manusia hakikatnya selalu merasa kurang. Di sinilah tantangan kita diciptakan sebagai manusia. Tuhan pasti menciptakan kita untuk jadi pejuang hidup, bukan diciptakan kun fayakun terus dikirim ke Bumi untuk jadi orang paling susah seumur hidup. Percayalah di antara kesusahan pasti ada jalan keluar.

Jadi, di tengah ketidakpastian yang mungkin membuat kita merasa paling susah, jangalah hanya menyalahkan keadaan saja. Menyalahkan negara, menyalahkan pemerintahan, menyalahkan orang lain, menyalahkan sistem atau apalah terserah.

Sesekali kita perlu berbicara pada cermin, yang salah itu siapa? jangan cuma curhat di medsos atau bikin status merasa jadi orang paling susah. Hati-hati loh, nanti kena rekrut kelompok radikal hehehe.

Saya jadi ingat tulisan gambar guyonan yang sedikit nggapleki: mau ganti Presiden 1000 kali pun, kalau kalian malas pasti akan tetap susah hidupnya! Nah lo!

Sebab ketidakpastian adalah kepastian itu sendiri, maka berjuanglah! Panjang umur perjuangan Kamerad!

 

SUMBER ILUSTRASI: https://pixabay.com/id/illustrations/mengatasi-batu-roll-slide-kuat-2127669/

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like