Indonesia Open 2019 dan Harapan Perdamaian

By

Indonesia Open 2019 kembali dihelat di Jakarta pada 16-21 Juli 2019. Istora Senayan menjadi venue perhelatan kejuaraan bulu tangkis terbesar kedua di dunia dibawah kejuaraan BWF (Badminton World Federation) yang diadakan oleh federasi bulutangkis dunia. Artinya, untuk tingkat kejuaraan yang diadakan oleh negara, Indonesia menjadi yang terbesar dengan total hadiah mencapai USD 12.500.000 atau RP 17,4 miliar.

Tiket pun sudah sold old sejak hari ketiga penjualan melalui situs online blibli.com. Antusiasme suporter Indonesia nampaknya masih bergelora untuk bulutangkis Indonesia. Beberapa hotel di sekitar istora pun penuh mulai dari low budget hingga bintang lima karena kedatangan suporter dari luar kota hingga luar negeri.

Tahun ini, Indonesia menargetkan kemenangan di sektor ganda putra, tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran. Indonesia memilih untuk cek ombak untuk sektor tunggal putri karena memunculkan nama-nama baru. Fitriani, salah satu unggulan tunggal putri saat ini harus gugur di tahap kedua pagi ini.

Namun, pemilihan waktu Indonesia Open 2019 nampaknya cukup tepat. Pasca perdebatan konsiliasi kedua capres beberapa hari lalu yang masih panas hingga saat ini, Indonesia Open jadi pengadem di tengah politik yang masih panas. Siapa sangka pendukung kedua capres berkumpul di Istora semuanya dan sama-sama berteriak, “Indonesia! Indonesia! Indonesia!” sambil memukul balon tepuk bulu tangkis. Kalau gak ada cukup dengan dua botol air minum kemasan, sama berisiknya kok. Kalau niat, ya bawa drum.

Ada sebuah iklan di youtube tentang Indonesia Open yang menggambarkan seorang suporter bulu tangkis Indonesia yang sudah cukup berumur. Ia menceritakan bahwa ia rela menghabiskan waktu untuk terbang ke beberapa negara demi mendukung bulu tangkis Indonesia. Kita jelas gak akan peduli dia dukung siapa waktu pilpres tapi yang jelas, dia dukung Indonesia di kejuaraan bulu tangkis dunia.

Olahraga sejak dulu memang menjadi salah satu upaya rekonsiliasi terbaik. Olimpiade saja disebut-sebut sebagai upaya untuk menghentikan sentimen antar negara pasca perang dunia. Nampaknya kita harus setuju bahwa sumsi olahraga sebagai salah satu alat diplomasi damai. Dalam sepak bola, kita pasti ingat bagaimana Suriah masih sempat mengikuti AFC U-16 dan menempati juara ketiga tahun 2014. Sedangkan di Final, Korea Utara berhasil memenangi kejuaraan dari Korea Selatan sedangkan kedua negara merupakan saudara yang tak akur. Irak yang belum selesai membenahi negaranya berhasil menjuarai kejuaraan yang sama pada tahun 2016.

Secara psikologis, peneliti dari University of Vermont menemukan bahwa dengan berolahraga hanya 20 menit dapat membuat suasana hati lebih baik selama 12 jam. Berolahraga bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang ketika dalam suasana hati yang buruk. Jadi, kalau banyak olahraga gak akan gampang benci, marah, sedih apalagi galau.

Jadi yuk olahraga, atau nonton olahraga dulu aja dan dukung Indonesia di Indonesia Open 2019!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like