Catatan dari Masa Lalu : Dialog Antara Kubu Jihad dan Kubu Dakwah (2)

By

Komentar lain dari kubu Jihad datang dari Bagus, yang mengatakan:

Kepada saudara-saudaraku kaum muslimin yang mencintai jalannya jihad,

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa umat ini jatuh dalam kehinaaan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa ma’shiyat telah merajalela dan menjadi kebiasaan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa barokah ilmu ini banyak terangkat dari pemiliknya dan banyak yang menjadikan ilmu sebagai mainan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa serangan kaum kafir, murtad, musyrik ataupun fasiq telah dilancarkan dengan berbagai media dan disebarluaskan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa syari’at islam menjadi mainan dan olok-olokan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui fitnah kekafiran itu menimpa kawan-kawan dan saudara-saudara kita. Mereka berpagi hari dalam iman dan bersore hari jatuh dalam kekufuran. Bersore hari dalam iman dan berpagi hari jatuh dalam kekufuran…

Sesungguhnya kita telah mengetahui saudari kita di bunuh di Iraq, ibu kita di bunuh di Chechnya, saudara kita di siksa tanpa henti di Guantanamo, bayi kita dibunuhi di Palestina dan masih banyak luka di berbagai belahan bumi yang tidak bisa kita ceritakan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui umat ini banyak yang tidak berpengetahuan terhadap hakekat Islam, sedangkan sebagiannya pura-pura tidak tahu, dan sebagian yang lain tidak mau mendapat pengetahuan yang berkaitan dengan iman…

Sesungguhnya kita telah mengetahaui bahwa moral masyarakat semakin hari banyak yang jatuh pada keburukan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui sistem riba telah ditanamkan …

Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa banyak hak-hak kaum muslimin yang terabaikan …

Dan hanya pada Alloh -lah kita meminta pertolongan …

Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لَئِنْ أَنْتُمْ اتَّبَعْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَتَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَيُلْزِمَنَّكُمْ اللَّهُ مَذَلَّةً فِي أَعْنَاقِكُمْ ثُمَّ لَا تُنْزَعُ مِنْكُمْ حَتَّى تَرْجِعُونَ إِلَى مَا كُنْتُمْ عَلَيْهِ وَتَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ

“Jika kalian mengikuti ekor sapi, berjual beli dengan (model) riba dan kalian meninggalkan jihad di jalan Alloh. (Maka) Alloh akan benar-benar menempelkan kehinaan pada leher-leher kalian, kemudian tidak akan tercabut dari kalian hingga kalian kembali kepada apa yang dulu kalian berada di atasnya dan kalian tawbat kepada Alloh.” (HR. Imam Ahmad)

Beliau juga bersabda,

يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ، قَالَ قَائِلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمِنْ قِلَّةٍ يَوْمَئِذٍ ؟ قَالَ : لا بَلْ أَنْتُمْ كَثِيرٌ ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ ، وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ ، وَلَتَعْرِفُنَّ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنُ ، قَالَ قَائِلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا الْوَهْنُ ؟ قَالَ : حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ”

“Hamipir-hampir seluruh umat ini mengeroyok kalian sebagai orang-orang yang (hendak) makan mengeroyok tempat makannya.” Ada yang bertanya, “wahai Rosululloh, apakah karena sedikit (jumlah kita) ketika itu?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan kalian ketika itu (berjumlah) banyak. Akan tetapi kalian (bagaikan) buih seperti buih dalam bah. Alloh juga akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari dada musuh kalian dan mereka akan benar-benar mengetahui (adanya) WAHN dalam hati kalian.” (Lalu) ada yang bertanya, “wahai Rosululloh, apakah WAHN itu?” Beliau menjawab, “cinta dunia dan benci mati.” (Di nukil dari Imam al-Baghowiy dalam syarhus sunnah)

Sedangkan dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Cinta dunia dan benci terhadap perang.” al-Haytsami berkata, sanadnya bagus.

Cukuplah dari dua hadits di atas dapat kita ketahui bahwa problem yang menimpa ummat ini justru karena meninggalkan jihad.

Kemajuan teknologi yang ada membuktikan ilmu itu masih ada dan akan terus ada, namun jihad banyak ditinggalkan.

Banyaknya lembaga pendidikan islam juga membutktikan bahwa ilmu itu makin bertambah dan tidak hilang, akan tetapi jihad telah disepelekan.

Banyaknya orang yang hafal al-Qur-an dan mengetahui artinya itu membuktikan bahwa ilmu itu masih Alloh pelihara hingga datang waktunya, tapi jihad telah diabaikan.

Wahai ummat Islam…

Oleh karena itu, di sini kita membutuhkan ustadz-ustadz yang mau terjun dalam jihad…

Kita butuh ulama’ yang mau mengorbankan darahnya demi suburnya jihad …

Kita butuh aghniya’ (orang-orang kaya) yang mau menginfaq-kan hartanya demi jalannya jihad …

Kita butuh murobbii-murobbii (para pendidik) yang mendidik binaannya untuk siap terjun dalam jihad …

Kita membutuhkan ummahaat (para ibu) yang siap mengorbankan suami dan putera-puteranya dalam jihad …

Kita butuh da’i – da’i yang menyerukan jalannya jihad …

Maka sangat saya sayangkan jika di blog masih ada irama penggembosan seperti yang tercantum dalam kalimat Antum di atas :

[Prihatin dengan merebaknya semangat jihad di kalangan muda tapi mengabaikan pertimbangan hikmah sehingga madharatnya lebih menonjol dibanding manfaatnya.]

Hanya sebagai saran dan masukkan bagi Antum, hilangkan lah kalimat itu.

Kalimat yang demikian dan yang semisalnya hanyalah akan meloyokan semangat jihad kaum muslimin. Seolah-olah -sebagaimana yang mereka terima di berbagai media informasi-, bahwa jihad yang telah berjalan beberapa kali di indonesia khususnya ini hanyalah berbuat madhorrot (merugikan) dan sedikit dari hikmah.

Jika Antum tidak bertujuan untuk menggembosi ummat, maka terangkanlah dari maksud perkataan Antum itu. Sebutkan juga dukungan kalian terhadap jihad dan mujahidin. Jelaskanlah dengan sejelas-jelasnya pada ummat -dalam misi kalian- bahwa kalian akan menjayakan Islam ini dengan da’wah dan jihad. Bukan dengan salah satunya.

Jadilah kelompok yang menyiapkan du’at (para da’i) sekaligus mujahidin.

Jadilah kelompok yang melayani ummat secara ‘ilman wa ‘amalan (ilmu dan amal)

Jadilah kelompok yang da’wah wal jihad sebagai jalannya.

Jangan salah satunya!!!

Hendaknya kata-kata Antum yang saya sampaikan tadi dibuang atau diberi penjelasan.

Hanya maaf dan istighfar yang dapat saya sampaikan atas segala kekurangan.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komentar oleh Bagus — Februari 22, 2010 @ 5:40 am

(Bersambung)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like