Ngobrolin Jihad, Yuk! (Bagian 3)

By

Pengertian tentang jihad sebagai perang suci melawan orang kafir, tidak ada perintahnya dari Quran, loh!

Kalau kita lihat pada kamus yang sudah dijabarkan di atas, jihad itu artinya sebagai berjuang, perjuangan, dan kerja keras di jalan Allah. Ntah itu berjuang dengan kesabaran, bekerja atau berjuang dengan harta, diri sendiri atau melawan hawa nafsu, untuk menegakan keadilan, kehormatan dan kebenaran.

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad (Mujaahidiina / Strive) dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.” (QS. Muhammad 47: Ayat 31)

Lalu, maksud berjuang di jalan Allah itu seperti apa sih??

Striving to uphold cause of Allah, atau berjuang di jalan Allah. Berarti berjuang atau bersungguh-sungguh untuk menegakan atau menjunjung semua perintah Allah dan berjuang untuk menjauhi segala larangan-Nya.
Jihad di jalan Allah yakni berjuang untuk menjunjung nama-Nya, serta melakukan segala usaha dan kerja keras itu semata mata karena Allah dan untuk Allah. Sehingga berjuang di jalan Allah bukan membunuh sembarangan dan perbuatan kejahatan.

Tau gak sih, membunuh orang yang tak berdosa atau yang haram dibunuh merupakan dosa besar, lho! Sebagaimana yang Allah katakan:

“Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 33)

Atau memaafkannya. Teman-teman juga bisa membaca ayat-ayat sebelum dan sesudah dari ayat berikut.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura 42: Ayat 40)

Ada sekelompok manusia, yang menambahkan begini. Kami memerangi dan meneror mereka karena mereka kafir, tidak beriman kepada Allah. Sehingga harus diperangi sampai mereka mengatakan Laa Ilaaha Illa Allah.

Eits.. tunggu..tunggu..tunggu. Gimana? Gimana?… Hmm.. bukankah Allah memberi pilihan kepada hamba hamba-Nya ya..
Kayaknya ayat ini sering dibaca deh. Kalau kita mau tidur atau mohon perlindungan. Ya, ayat setelah ayat Kursi. Surat Al Baqarah ayat 256. “Tidak ada paksaan dalam beragama”

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)

“Dan katakanlah (Muhammad), Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.. Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 29)

Perintah-perintah di atas sudah sangat jelas. Bahwa dalam meyakininya harus dengan ikhlas bukan terpaksa. Quran sangat mengutuk perbuatan membunuh atau mempersekusi orang lain hanya karena dia memeluk agama di luar Islam. Quran memberikan kebebasan beragama pada semua orang. (Surat Al-Mumtahanah ayat 8)

Hmm..bukannya Allah juga jelasin ya, gimana cara cara dakwahnya… Masa sih, dakwah pakai pedang (??).

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.“(QS. An-Nahl 16: Ayat 125).

Islam mengajarkan untuk maaf-memaafkan, dan toleransi..

Mengenai ayat ayat diatas sudah jelas bahwa Quran melarang semua bentuk kejahatan, unlawful killing, dan pemaksaan dalam beragama.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like