Para Wijayanto, Amir JI yang Buron 16 Tahun ditangkap Densus 88

By

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap Para Wijayanto (55), yang merupakan amir alias pimpinan Jamaah Islamiah (JI). Dia disebut sudah buron sejak tahun 16 tahun, alias sejak tahun 2003 yang lalu.

Para Wijayanto ditangkap pada Sabtu 29 Juni 2019 pukul 06.12 WIB di Hotel Adaya, Jalan Raya Kranggan nomor 19-20 RT03/RW09, Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sekira lima jam kemudian, Densus menggeledah kontrakannya di Perumahan Pesona Telaga, Jalan Telaga Indah nomor 26 RT004/RW002, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Polisi menyebut pria kelahiran Subang 8 Agustus 1964 itu mengetahui dan menyetujui pemberangkatan ikhwan-ikhwan JI ke Suriah, selain memang DPO dari tahunn 2003. Dia punya alamat tinggal di Muria Indah D/209 RT03/RW07, Kelurahan Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sementara itu, pada penggeledahan di tempat domisilinya di Kabupaten Bogor itu, didapati sejumlah barang bukti. Di antaranya; 10 buah senjata tajam baik samurai, golok, pisau hingga sangkur, 1 handycam, 1 buah pisau lempar berbentuk bintang, 1 tongkat, sejumlah buku di antaranya berjudul NII sampai JI, buku Ar Risalah, buku Rezim Nushairiyah, Kitab Almauti, Kitab Attaisir dan beberapa kitab tauhid lainnya. Diamankan pula 4 unit handphone hingga ikat kepala bertuliskan tauhid.

Informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Para Wijayanto merupakan sarjana lulusan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1989 di Fakultas Teknik. Selepas itu, dia sempat bekerja di PT Pura Group di Kudus, salah satu perusahaan besar pembuat kertas untuk keperluan membuat uang.

Dia tak lama bekerja di sana, sebab disebut sempat mengajukan cuti panjang tapi tak juga ada kabar hingga dianggap mengundurkan diri. Pada cuti panjang itu dia disebut-sebut mendatangi sejumlah daerah konflik di luar negeri.

Para Wijayanto ini, orang yang disebut punya nama besar di JI ini kerap dikaitkan dengan Noordin M Top, gembong teroris yang tewas pada tahun 2009 lalu dalam penggerebekan tim Densus 88 di Surakarta.

Para Wijayanto disebut sempat ikut kursus militer singkat di Kamp Hudaibiyah, Moro, Filipina pada tahun 2000. Kursusnya 3 bulan. Kamp Hudaibiyah ini didirikan para ikhwan-ikhwan alumni Afghanistan di era 80-90’an.

Para Wijayanto jadi amir JI mulai tahun 2008. Dia sempat dibaiat oleh Abdullah Sungkar, salah satu pendiri JI.

Pemilihan Para Wijayanto sebagai amir JI ini juga merupakan hal baru di tubuh JI, di mana sebelumnya diisi alumni Afghanistan. Tapi seiring berjalannya waktu, para alumni Afghanistan ini tentu sudah beranjak tua, sehingga diharapkan ada semacam penyegaran di tubuh JI jika dipimpin amir dari alumni Filipina.

 

Sumber gambar: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRTTVLGDHwWMj4mJlfJKHS80e6EAU31ENudRenUJveTo1z0-ED_

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like