Deddy Corbuzier: Kalau Saya Muslim, Saya Harus Belajar Islam sama Siapa?

Kharis Hadirin
Kharis Hadirin
5 Min Read

Pada Jum’at (21/6/2019) siang lalu, presenter kondang, Deddy Cozbuzier memutuskan untuk mengucap kalimat dua syahadat di Masjid Al Mbejaji, Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah sekitar pukul 12.35 WIB selepas sholat Jum’at.

Ritual syahadat yang dilakukan oleh Deddy ini dibimbing langsung oleh Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, salah satu kyai muda milenial Nahdlatul Ulama (NU) asal Jogjakarta.

Bagi sebagian kalangan, orang pindah agama yang tadinya NON menjadi MUSLIM bukanlah sesuatu yang baru. Sudah banyak, jauh sebelum Deddy menyatakan syahadat di depan khalayak tentunya. Seorang artis atau publik figur yang memilih menjadi muallaf juga bukan baru kali ini saja.

Namun wacana ke-Islam-an Deddy Cozbuzier ini cukup menarik buat saya. Ada satu momen menggelitik yang barangkali luput dari sorotan media yang selama ini gemar berghibah dari berbagai diskusinya tentang Islam sebelum ia menyatakan diri berpindah agama.

Sebagaimana diketahui publik, Deddy ini, selain menjadi host di acara Hitam Burik, juga dikenal sebagai seorang Youtuber. Meski terbilang baru, namun jangan salah, jumlah subcribernya sudah mencapai 4,9 juta. Bahkan untuk setiap video yang ia posting di channel Youtubenya, viewersnya bisa sampai jutaan.

Jika dilihat dari setiap videonya, tak ada adegan banting-banting HP, mecahin kaca mobil, bakar-bakar duit, menyan atau dupa, apalagi adegan teriak-teriak seperti Lucinta Luna. Semuanya mengalir apa adanya. Barangkali, jargon ‘smart people’ inilah yang menjadi kunci utama kenapa video-videonya selalu merajai trending Youtube Indonesia.

Dari sekian banyak video yang ia unggah melalui channelnya, ada satu video yang menarik bagi saya. Judulnya, “SAYA MUALAF BILA… (Debat Kursi Panas Gus Miftah vs Me)” yang dipublish sejak 18 Januari 2019.

Nah, dalam video tersebut, Deddy yang saat itu kolaborasi dengan Gus Miftah, sempat disinggung soal isu yang beredar bahwa dirinya hendak masuk Islam.

Mendengar itu, sontak Deddy menjawab, “Ini pertanyaan sangat sulit gua jawab sebenarnya. Karena gosipnya kan dari mana-mana, katanya saya mau muallaf kan gitu. Cuman saya bingung cuma satu, kalau gua masuk Muslim, menurut lo nih karena dengan banyaknya pemuka agama dan siapa gitu, gue harus belajar sama siapa Islam yang benar ini?”.

Tak ayal, postingan video yang sudah ditonton lebih dari 6 juta kali ini pun mendapat puluhan ribu respon netizen. “Fanatisme berlebihan menghilangkan logika berpikir,” komentar salah satu netizen.

Sebagai umat Muslim yang hidup di Indonesia, kegalauan tersebut tentu bukan tanpa sebab. Saya pun jika berada dalam kondisi yang sama seperti Deddy Corbuzier, juga pasti akan memberikan pertanyaan yang sama, “Kalau saya masuk Islam, saya harus memilih Islam yang mana?”.

Bayangkan, di Indonesia, aliran keagamaan yang ada begitu banyak jumlahnya. Dan lucunya, masing-masing yang ada saling mengklaim diri sebagai aliran yang paling benar dan sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Sunnah.

Apa berhenti sampai disana? Tidak juga. Mereka yang mengklaim kelompok paling benar ini kemudian menuding yang berseberangan sebagai kaum tersesat dan calon penghuni neraka.

Dan pada akhirnya, agama kemudian dijadikan sebagai alat untuk menjustifikasi amal perbuatannya. Tidak peduli benar atau salah secara norma susila dan adat budaya yang ada, selama terbungkus dengan baju agama dan diiringi oleh gema takbir membahana, maka orang ramai menyebutnya sebagai jalan menuju surga.

Suara takbir yang harusnya menggetarkan jiwa dan menundukkan hati akan kebesaran Yang Esa, justru diobral murah meriah oleh segelintir umat yang mengaku diri sebagai pembela agama.

Agama yang sejatinya menjadikan manusia sebagai insan berbudi dan berakhlak mulia, malah dirubah sebagai alat untuk merusak alam yang sejatinya sama-sama makhluk Tuhan yang mereka juga menyembah-Nya.

Dan kini, publik masih penuh tanda tanya. Sekembalinya Deddy Corbuzier ke ‘jalan hidayah’, akankah ia menjadi Muslim yang bisa mencerahkan umat lainnya sebagaimana jargon ‘smart people’nya, ataukah justru ia tidak jauh berbeda dengan umat Muslim lainnya yang menjual agamanya secara murah? Wallahu’alam

 

Link foto: https://www.tabloidbintang.com/berita/polah/read/131785/deddy-corbuzier-pernah-ungkap-keinginan-jadi-mualaf-pada-ustaz-jefri-al-buchori

Share this Article
Leave a comment