Inilah Serangan-Serangan Teroris Jelang dan Saat Lebaran di Indonesia

Eka Setiawan
Eka Setiawan
3 Min Read

Insiden ledakan diduga bom bunuh diri yang terjadi di depan Pospam Joglosemar, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terjadi Senin (3/6/2016) malam sekira pukul 22.30 WIB.

Insiden itu terjadi di malam Ramadan, menjelang Idul Fitri 2019 alias 1440 Hijriah yang ditetapkan pemerintah jatuh pada Rabu (5/6/2017). Peristiwa ini nyaris terjadi di H-1 Lebaran.

Insiden yang diduga bom bunuh diri itu yang terjadi menjelang Idul Fitri itu mengingatkan kejadian 3 tahun lalu.

Adalah bom bunuh diri dengan pelaku Nur Rohman,31, warga Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Insiden yang menewaskan Nur Rohman terjadi pada Rabu (5/7/2016) pagi alias ketika itu di H-1 Lebaran. Wilayah Sukoharjo sendiri juga merupakan wilayah Solo Raya, yang merupakan bekas wilayah Karesidenan Surakarta.

Saat itu, Nur Rohman menggunakan motor matic nekat menerobos masuk kompleks Mapolresta Surakarta. Beberapa polisi sempat mengejarnya, sebelum ledakan terjadi. Dan duarr! Ledakan terjadi. Nur Rohman tewas akibat bom bunuh diri yang dibawanya.

Menjelang pukul 15.00 WIB ketika itu, jenazah Nur Rohman tiba di RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan pemeriksaan pasca kematian.

Senin (11/7/2016) pihak keluarga mengambil jenazah Nur Rohman, yang diwakili istri mendiang, berinisial SA. Proses serah terima jenazah dilakukan menjelang pukul 15.00 WIB.

Ketika saya melakukan peliputan itu, Polda Jateng ketika itu merilis informasi berisi 3 poin penting terkait Nur Rohman.

Pertama adalah sidik jari Nur Rohman sesuai dengan Daftar Pencarian Orang (DPO) pelaku bom Bekasi, pertengahan Desember 2015. Nur Rohman juga DPO Densus 88 karena terkait insiden Bom Thamrin pada 14 Januari 2016.

Kedua, SA, istri Nur Rohman, mengakui jenazah tersebut adalah suaminya.

Ketiga, bahwa hasil uji DNA dan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem serta sidik jari laten atas jenazah identik dengan Nur Rohman tersebut.

Pada tahun 2017, tepatnya hari Minggu 25 Juni, bertepatan dengan Idul Fitri, teroris juga menyasar kantor polisi. Adalah ketika Syawaludin Pakpahan bersama dua temannya, nekat masuk ke Mapolda Sumatera Utara dan menyerang polisi. Satu polisi tewas karena serangan senjata tajam Syawaludin Pakpahan.

Baik Nur Rohman maupun Syawaludin Pakpahan, keduanya adalah pendukung ISIS. Serangan-serangan menyasar polisi, salah satunya karena kelompok itu menganggap polisi adalah bagian dari thogut, harus diperangi, menurut ajaran mereka.

Untuk kasus yang terjadi di depan Pospam Joglosemar Kartasura, Kabupaten Sukoharjo itu, hingga tulisan ini diterbitkan, belum ada informasi tentang siapa pelakunya. Apakah ini adalah rangkaian yang sama, dari kelompok yang sama?

 

FOTO ISTIMEWA: TKP Ledakan di Pospam Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) malam.

Share this Article
Posted by Eka Setiawan
Eka Setiawan is editor of ruangobrol.id. He has many experience to handle many crime news and humanity.
Leave a comment