Penghargaan untuk Pembangkang

By

Semua tentara yang terlibat dalam peperangan harus memegang senjata. Walaupun dia tim medis, setidaknya tetap juga dilatih bagaimana menggunakan senjata. Sebab, hal itu tentu penting untuk pertahanan diri.

Lalu, bagaimana cara bertahan hidup dan membunuh musuh dalam medan tempur tanpa menggunakan senjata? Mungkin kita bisa saja baku hantam, tonjok sana, tendang sini atau pakai santet (hahaha ini mah ngaco! )

Lalu, bagaimana bisa. Seseorang malah mendapat pujian dan penghargaan ketika dia membangkang perintah dari komandannya. Aneh siih…Tapi nyata.

Itulah Desmond Doss. Seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat di Unit Infanteri pada Perang Dunia II melawan Jepang di Okinawa, tepatnya tahun 1942-1946.

Desmond sangat enggan memegang senjata. Dia pun tidak ingin membunuh musuhnya. Bahkan, ketika latihan, komandannya menyuruh ia untuk memegang senjata, tapi dia menolaknya.

Desmond adalah penganut gereja advent tujuh hari yang taat dan menguduskan Hari Sabat, yang mana melarang untuk melakukan pembunuhan.

Akibat hal tersebut, ia sering kali mendapat cemoohan dan serangan atau pukulan dari teman-teman sesama tentara. Namun, dia tidak membalas perbuatan teman-temannya. Desmond tetap teguh dalam pendiriannya .

Bahkan ia juga terancam menghadapi pengadilan militer. Namun Tuhan berkehendak lain, Akhirnya ia diizinkan untuk mengabdi sebagai seorang tenaga medis.

Tidak ingin memikul senjata, bukan berarti ia tidak bisa mengabdi untuk negara dan melarikan diri dari tugas wajib militer.

Tujuan Desmond satu; ingin menyelamatkan orang-orang dan dia membuktikannya dalam Pertempuran Okinawa.
Pada pertempuran itu, Desmond menyelamatkan 75 tentara Amerika yang terluka di medan tempur. Bahkan, ia membawa sendiri para tentara yang terluka.

Selama proses penyelamatan rekan-rekannya, Desmond terus berdoa kepada Tuhan: “Please help me God, get one more”

Hasil dari keteguhan, kerja keras, dan keberaniannya, ia mendapatkan sebuah pengharagaan dan kehormatan dari Presiden Amerika pada tahun 1945.

Begitulah sedikit penggalan kisah Desmond, dalam mengamalkan firman Tuhan untuk tidak melakukan pembunuhan. Kalian juga bisa nonton kisah selengkapnya di Hacksaw Ridge.

Duta Damai

Saya pertama kali mendengar kisah Desmond Doss dari Pak Yudi Zulfahri. Ketika Pak Yudi menjadi narasumber kegiatan Duta Damai Asia Tenggara, sebuah acara yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 22-25 April lalu.

Ketika Pak Yudi menceritakan kisah Desmond, saya teringat akan wahyu Allah di Surat Al Maidah ayat 32. “…bahwa apabila kita menyelamatkan satu jiwa atau manusia, maka seperti menyelamatkan seluruh manusia…”

Sungguh mulia perbuatan Desmond ini.

Kemudian saya teringat akan apa yang akhir-akhir ini terjadi di sekitar kita. Kondisi kita tidak sedang dalam peperangan, tapi mengapa pengeboman, pembunuhan kerap kali terjadi?

Yang menyedihkan, Seringkali pelaku melakukan hal tersebut atas dasar agama. Apakah itu yang Allah kehendaki?

Orang-orang yang sedang melakukan ibadah, tidak melakukan tindakan kejahatan pun jadi korban atas tindakan menyimpang tersebut. Miris sekali!

Mari kita garis bawahi, bahwa dalam surat ini, Allah mengatakan “jiwa” atau “manusia”. Bukan muslim atau kafir atau musyrik. Tapi manusia.

Allah SWT berfirman:
“Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 32)

Mungkin, saya tidak bisa di posisi yang sama dengan Desmond Doss. Tapi, saya yakin. Bahwa saya juga bisa menjadi sepertinya. Dengan kejadian yang telah saya alami beberapa tahun lalu, ketika sempat tergelincir masuk ke dunia ektrimisme.

Saya dan teman-teman bisa mengamalkan apa yang Allah katakan di Surat Al Maidah ayat 32, bahwa tugas kita membantu atau menyelamatkan orang-orang atau anak muda, agar tidak tergelincir ke dunia ektrimisme atau radikalisme.

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/D3PMLpkWtj5mCQiW6

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like