Ingin Punya Pacar Cowok Korea? Pikir Lagi, Deh…

By

“Saya ingin belajar Bahasa Korea karena saya ingin bertemu orang Korea dan mempunyai pacar orang Korea,”

Begitulah jawaban yang saya dengar dari salah satu teman ketika guru menanyakan alasan kami mengikuti kelas Bahasa Korea. Satu kelas pun seketika riuh dengan komentar “cieee…” dari teman-teman yang lain.

Saya cuma bengong, teringat sahabat saya yang baru saja putus dengan pacar Koreanya. Selama seminggu penuh teman di sekitarnya jadi sasaran curhat dan menemaninya kemana-mana untuk mengalihkan kegalauan. Ya walaupun ujung-ujungnya kami pergi ke restoran Korea dan karaoke lagu-lagu Korea. Wajar sih, sejak bertahun-tahun lalu dia memang sangat suka budaya Korea mulai dari musik, drama, film, makanan, sampai gaya berpakaian orang Korea. Kalau kita terbiasa dengan Bahasa Anak Jaksel semacam “which is, at least, actually, seriously”, sahabatku merasa lebih gaul kalau mencampur bahasanya dengan “annyeong (halo), chinggu (teman), mianhaeyo (maaf), gomawoyo (terimakasih), jinjja (beneran?), eottokhaeyo (harus gimana?)”. Saking tergila-gilanya, salah satu keinginan besarnya adalah punya pacar orang Korea.

“Cowok Korea itu sweet banget, selalu ngelindungin cewek apapun situasinya. Nggak bisa marah dan kasar gitu, loh. Terus akan selalu ngabarin kita dan care banget sama kita. Gayanya juga oke banget, deh! Kondangan-able. Pasti bikin cewek lain iri sama kita,” cerocosnya hampir setiap kami bertemu. Beruntungnya, setelah bertahun-tahun berpacaran dengan artis Korea dalam khayalan, akhirnya ia dapat cowok Korea yang bukan kaleng-kaleng. Seorang manajer perusahaan Korea di Indonesia dengan tampang yang menyegarkan mata, sesegar sop buah di hari pertama puasa.

Pada beberapa bulan pertama, hubungan mereka tampak baik-baik saja. Ada pertengkaran-pertengkaran kecil, tapi nggak sampai ngalahin drama seleb jebol pintu. Sampai ketika sudah lewat satu tahun, ia menelfon sambil menangis “semua cowok sama aja!” Ya, akhirnya keluar juga kalimat sakti cewek tiap habis putus cinta, yang biasanya kalimat ini akan direvisi dengan “tapi cowok ini beda…” ketika nanti bertemu orang baru.

Rupanya mereka putus karena si oppa merasa bosan, sering adu argumen, dan dia sedang dekat dengan beberapa cewek lain. Ia menyesali kisah cinta dan sosok oppa-nya tidak seperti apa yang ia kira selama ini. Yah… hal-hal yang sering kita dengar dan lihat berulang kali memang secara otomatis akan membentuk imej dan persepsi tersendiri dalam pikiran kita. Apalagi kalau kita tidak pernah melakukan check and re-check atas persepsi itu. Kita membiarkan diri kita hanya percaya dengan melihat atau mendengar dari satu informasi saja, tanpa benar-benar melihat realitanya.

Seperti halnya sahabat saya yang hanya melihat sisi cowok Korea hanya lewat film dan drama. Kemudian ia percaya kalau semua cowok Korea berhati lembut, romantis, setia, nggak akan cuekin kamu demi nonton bola, main PUBG atau Mobile Legend, dan siap-siaga-dimanapun-kamu-berada. Namun kenyataannya, ia putus karena masalah yang juga dialami cewek lain dengan pacar orang Indonesia atau negara manapun. Tentu saja, karena pacarnya juga manusia biasa yang punya karakter, perasaan, dan pola pikir sendiri. Dia juga bisa marah, nggak sabar-an, teralu sibuk dengan pekerjaan atau temannya, bahkan merasa bosan dengan kamu.

Jadi, bener nih semua cowok sama saja? Nggak lah, Sist! Kita yang harus lebih bijak dalam menerima dan mempercayai informasi apapun. Malah sebisa mungkin tantang diri kita untuk mencari tahu dari berbagai sisi supaya kita benar-benar tahu realitanya. Nggak hanya tentang cowok Korea dalam drama, tapi juga cowok yang tiba-tiba ngajak kenalan lewat sosial media. Dari foto-foto, profil, dan ucapannya kelihatan meyakinkan dan suami idaman. Apalagi doi mau ngajak nikah disaat orang tua kita ingin cepat punya menantu. Duh… siapa tahu sebenarnya doi penipu, suami orang, atau… Bang Mursyid? Karena seringkali apa yang terlihat hanyalah potongan kecil dari apa yang sebenarnya terjadi.

So, masih tertarik punya pacar cowok Korea?

 

Gambar: tvN, Pinterest

7 Comments
  1. Avatar
    Bobby 11 months ago
    Reply

    As someone who live in korea for about 3 years, kadang gw suka ngerasa gimana gitu sama orang yang berharap banget punya pacar korean dan padahal (ga semua sih) korean itu cenderung ga respek sama orang2 dari asia tenggara. Cuma ya back to their preference aja, semoga tersadarkan dan kalopun emang berjodoh sama orang korea ya semoga bertemu dengan yang terbaik^^

    • Avatar
      Administrator 11 months ago
      Reply

      Harapan bisa membuat orang hidup seketika, tapi juga mati seketika. Iya gak? Asyiiik

  2. Avatar
    Alul 11 months ago
    Reply

    Actually, semua cowok sama aja. Khusus nya foreigner guy 😂😂

    • Avatar
      Administrator 11 months ago
      Reply

      Ya ampun, kapok gak sih? Boleh banget lho berbagi ama kita di fitur chatnya kita

  3. Avatar
    Awan 11 months ago
    Reply

    Wah, sama nih, dulu temenku juga ditinggal pacarnya selingkuh. Eh, ternyata yg selingkuh diselingkuhin juga. Malah sekarang, mantannya hubungin temenku lagi tapi ga ditanggepin. Apa ini yg namanya karma ya?

  4. Avatar
    Siapa 9 months ago
    Reply

    Gw gak harapin dapat cowo Korea tapi dapetnya itu. Menurut gw balik lagi ke masing-masing pribadi. Namanya jodoh ya gak liat nationality.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like